← 人 · AI · 时代 · Kolom
中文Bahasa IndonesiaEnglish

凌晨四点的菜市场

凌晨四点,城市还在睡。菜市场的灯先亮了。

卖菜的陈姐把最后一筐空心菜摆好,手上全是裂口。她二十三年没有休过一个完整的年。她说不怕累,怕的是有一天这个市场拆了,她不知道自己还能干什么——她会的全部东西,都在这不到两米长的摊位上。

隔壁的单亲妈妈阿玉,五点半要赶回去给孩子做早饭。她一天睡五个小时,上午在档口,下午去给别人做保洁。她说最怕的不是辛苦,是孩子问「妈妈我们家是不是很穷」,而她答不出一个既诚实又不伤人的答案。

还有跑了九年外卖的老周。他熟悉这座城市每一条小巷,比任何导航都准。可现在调度他的不再是他的经验,是一套算法。算法不知道他膝盖有伤,不知道他女儿今年中考,也不知道哪条路在下雨天会淹。

有一些人,从来没有被算法计算过。
不是因为他们不重要,是因为他们的价值,没法被写成一行数据。

我们谈论人工智能的时候,常常在谈效率、算力、替代率。很少有人问: 那些没有被写进系统的人,怎么办?

我们不认为技术能替他们回答。但我们认为有一件事是可以做的—— 让他们有机会,把自己会的东西,用自己的名字卖出去一次。

不是施舍,不是补贴,也不是「平台赋能」这种大词。只是很朴素的一件事: 让一个会挑菜的人,能为自己的眼光定价;让一个会做保洁的人,能为自己的手艺标价; 让一个跑了九年路的人,不必再被一套不了解他的系统调度。

我们不承诺这能改变多少。我们只知道,如果一个人连「自己定价」这个动作都没做过一次, 那他永远只能等别人给他一个价。

妈妈就是地球。
不是因为她伟大,是因为她一直在转动,不管有没有人看见。

Bahasa Indonesia

Pasar Subuh Pukul Empat

Pukul empat subuh, kota masih tidur. Lampu pasar justru menyala lebih dulu.

Chen, penjual sayur, menata keranjang kangkung terakhir; tangannya penuh retakan. Dua puluh tiga tahun ia tidak pernah libur setahun penuh. Ia bilang tidak takut lelah; yang ia takuti adalah jika suatu hari pasar ini dibongkar, ia tidak tahu lagi apa yang bisa ia kerjakan—semua yang ia kuasai ada di lapak yang panjangnya kurang dari dua meter ini.

Di sebelahnya, Ayu, seorang ibu single parent, harus pulang pukul setengah enam untuk membuat sarapan anaknya. Ia tidur lima jam sehari; pagi di kios, sore membersihkan rumah orang lain. Ia bilang yang paling ia takuti bukanlah lelah, melainkan ketika anaknya bertanya, "Ibu, apakah kita keluarga yang miskin?"—dan ia tidak bisa memberi jawaban yang jujur sekaligus tidak menyakitkan.

Ada pula Lao Zhou, kurir sembilan tahun. Ia hafal setiap gang di kota ini, lebih akurat dari navigasi mana pun. Tetapi kini yang mengaturnya bukan lagi pengalamannya, melainkan sebuah algoritma. Algoritma itu tidak tahu lututnya cedera, tidak tahu anaknya tahun ini menghadapi ujian, dan tidak tahu jalan mana yang tergenang saat hujan.

Ada orang-orang yang tidak pernah dihitung oleh algoritma.
Bukan karena mereka tidak penting, melainkan karena nilai mereka tidak bisa dituliskan menjadi satu baris data.

Ketika kita membicarakan kecerdasan buatan, yang sering dibicarakan adalah efisiensi, daya komputasi, tingkat substitusi. Jarang ada yang bertanya: lalu bagaimana dengan mereka yang tidak pernah masuk ke dalam sistem?

Kami tidak berpikir teknologi bisa menjawabnya untuk mereka. Tetapi kami percaya ada satu hal yang bisa dilakukan—memberi mereka kesempatan untuk menjual, atas nama mereka sendiri, apa yang mereka kuasai, minimal satu kali.

Bukan sedekah, bukan subsidi, dan bukan jargon besar seperti "pemberdayaan platform". Hanya satu hal yang sangat sederhana: biarkan orang yang pandai memilih sayur menentukan harga bagi ketajaman matanya; biarkan orang yang pandai membersihkan rumah memberi harga bagi keterampilannya; biarkan orang yang sudah sembilan tahun berjalan tidak lagi diatur oleh sistem yang tidak mengenalnya.

Kami tidak menjanjikan berapa banyak ini akan mengubah keadaan. Kami hanya tahu: jika seseorang belum pernah sekali pun melakukan tindakan "menentukan harga sendiri", maka selamanya ia hanya bisa menunggu orang lain memberinya sebuah harga.

Ibu adalah Bumi.
Bukan karena ia agung, melainkan karena ia terus berputar, entah ada yang melihat atau tidak.

English

The Market at Four in the Morning

At four in the morning the city is still asleep. The market lights come on first.

Chen, who sells vegetables, sets out her last basket of water spinach; her hands are covered in cracks. In twenty-three years she has never taken a full year off. She says she is not afraid of being tired. What she fears is the day this market is torn down and she no longer knows what she can do—everything she knows sits on a stall less than two metres long.

Next to her is Ayu, a single mother, who must be home by half past five to make breakfast for her child. She sleeps five hours a day: the stall in the morning, cleaning other people's houses in the afternoon. She says what she fears most is not the exhaustion, but her child asking, "Mum, are we poor?"—and having no answer that is both honest and not hurtful.

Then there is Lao Zhou, nine years a delivery rider. He knows every alley in this city better than any navigation app. But what dispatches him now is not his experience; it is an algorithm. The algorithm does not know his knee is injured, does not know his daughter sits her exams this year, and does not know which road floods when it rains.

There are people who have never once been computed by an algorithm.
Not because they do not matter, but because their worth cannot be written as a single row of data.

When we talk about artificial intelligence we usually talk about efficiency, computing power, replacement rates. Rarely does anyone ask: what about those who were never written into the system?

We do not think technology can answer that for them. But we believe one thing can be done— to give them the chance to sell, under their own name, what they actually know how to do, at least once.

Not charity, not a subsidy, and not a grand phrase like "platform empowerment". Just one plain thing: let the person who can judge a good vegetable set a price on her eye; let the person who cleans well put a price on her skill; let the man who has walked these streets for nine years stop being dispatched by a system that does not know him.

We make no promise about how much this changes. We only know this: if a person has never once performed the act of setting their own price, then they can only ever wait for someone else to hand them one.

Mother is the Earth.
Not because she is grand, but because she keeps turning, whether or not anyone is watching.

本文为公开内容,不设付费门槛。文中人物为口述整理,细节已作匿名处理。
本文不构成任何收益、收入或投资承诺,我们不承诺任何具体金额。
Artikel ini terbuka untuk umum dan tidak berbayar. Tokoh disusun dari tuturan lisan dengan perincian yang dianonimkan. Artikel ini bukan janji imbal hasil, pendapatan, maupun investasi; kami tidak menjanjikan jumlah tertentu.
This article is free and public. Accounts were compiled from oral interviews with details anonymised. This article is not a promise of earnings, income, or investment returns; we commit to no specific amount.

← 人 · AI · 时代 · Kolom

Melayani 75.000 komunitas & perempuan Indonesia · 普惠 · 授人以渔 · 收益仅来自真实成交
PT. MEGA JAYA TAMBANG · NIB 1503240378135 · NPWP 03.151.853.3-004.1000 · JL. PLUIT RAYA KOMP CBD BLOK C-9, PENJAGALAN, PENJARINGAN, JAKARTA UTARA, DKI JAKARTA 14450 · BRI 0386 0100 2828 305 · mgai@komunitasbunda.com · 081398131183
运营主体与品牌一致性声明 | AAGW 矿业 AI 建站数字技术资产包 | 诚信值评估体系公示(1000 分制)